[VIETSUB] Siêu Bão | Siêu Bão Hủy Diệt Thế Giới, Ngày Tận Thế Đã Đến? | Phim Thảm Hoạ | YOUKU

    [Pada Sabtu pagi, terjadi angin kencang dan hujan lebat.] [Telah menjadi topan kedua tahun ini.] [Topan melanda bagian tenggara Tiongkok.] [Menyebabkan kerusakan serius.] [Melakukan antisipasi darurat melawan topan.] [Memastikan keamanan konstruksi.] [Kelak semakin dekat dengan negara kita.] [Dapat memengaruhi wilayah Tiongkok Selatan negara kita.] [Aku melihat pohon tumbang dan jalanan banjir di mana-mana.]

    [Diikuti siklon tropis,…] […tekanan pusat topan turun menjadi 950hpa…] [dan kecepatan angin mencapai 43m/s.] [Catu daya terputus dan rumah hancur.] [Transportasi kereta api dan udara terhenti.] [Harap pemerintah berbagai daerah tetap siaga dan tak lengah.] [Sangat penting tingkatkan kewaspadaan.] [Bersiaga dan bersiap.] Apa yang terjadi dengan ikan hari ini? Sangat aneh. Ikan mengikuti arus.

    Kepiting mengikuti badai. Hatiku merasa tak tenang. Aduh, Paman. Kenapa kau percaya takhayul? Bukankah hanya mati beberapa ekor ikan? [Berlayar] Apakah radionya sudah selesai diperbaiki? Cuaca terlalu panas, papan elektroniknya terbakar. Tak begitu mudah diperbaiki. Kipas angin kau tak perbaiki dengan baik, begitu juga dengan radio. Bagaimana kau mempelajari keahlianmu itu?

    Cepat perbaiki, tak ada sinyal di laut. Tak ada radio, bagaimana jika terjadi sesuatu? Paman, ikannya kenapa mati? Ikannya mati karena hipoksia. Kenapa suhu di bawah laut begitu tinggi? Ada yang salah. Apakah karena kena kutukan? Kau terlalu banyak nonton film. Kenapa kau buang sampah sembarangan? Kenapa? Kau takut aku dikutuk? Aduh, jangan beradu lagi.

    Cepat perbaiki. Cuacanya ada yang aneh. Hatiku merasa tak tenang. Selesai. [Topan kuat ditemukan di perairan timur laut.] [Mohon segera kembali ke pelabuhan.] [Nomor Darurat] Ayo, cepat. Minggir. Halo. Halo? Tak kedengaran. Halo? Topan! Turun hujan! Cepat masuk! Topan! Topan! Paman! Topan! [Peringatan] Paman! Topan! Paman! Ada topan. Paman. [Informasi darurat.] [Topan ke-9 tahun ini…]

    […tiba-tiba berbalik dan menghantam Kota Haishan.] [Harap persiapkan pencegahan topan.] [Cuaca ekstrim ini juga akan sebabkan bencana geologi lainnya.] [Super Typhoon] [Topan saat ini terbentuk secara tiba-tiba.] [Lintasannya semakin sulit ditemukan.] Stasiun Paris Timur tiba. Dahulukan turun, masukkan koin setelah naik. Kenapa panik? Dahulukan turun. Tak perlu naik taksi. [Harap pasang sabuk pengaman] Kukatakan.

    Penumpang, maaf. Kau bilang topan berbalik arah? [Ketua] Segera tiba ke tempatku? [Stasiun cuaca Kota Haishan, topan ke-9 tahun ini…] …akan terjadi di Denglu, Kota Haishan. [Angin akan mencapai level 16…] [atau lebih dalam 24 jam ke depan, disertai hujan lebat.] [Harap berhati-hati.] Di sini terang, tak ada topan. Silakan jalan ke dalam.

    Kau itu Kera Sakti? Terus memanggil Guru. Kukatakan padamu. Aku pasti tak akan naik taksi. Pak. Maaf. – Kubantu. – Terima kasih. Tak perlu sungkan. Bau sekali. Desa nelayan apa ini? Bukankah ini yang kau mau? Yang aku mau itu Cinque Terre, Italia. Ke sini tak perlu habis banyak uang. Kau pandai berhitung.

    Coba kau rasakan. Mari, duduk di sini. [Starry Traffic] Kutahu kalian ingin melihatku. Namun, aku tak bisa tunjukkan wajah. Harus lebih dari tiga juta penggemar baru boleh lihat. Ibu. Ada pesan ingatkan akan ada topan. Topan? Topan datang pun harus pergi les. Halo, Adik. Mari. Duduk sebelah sini saja.

    Adik kecil pakai sabuk pengaman, ada jalan gunung di depan. [Bus] Xiaoqing? Kau sudah datang. Ayo, naik. Aku tak mau pergi. Ada apa? Aku hari pertama kerja hari ini. Bergembiralah, ya? Aku tak gembira. Chen Ziqiang. Orang tuaku sudah sangat tak puas kau kerja di tim penyelamat. Kau sekarang sukarela pensiun dan jadi sopir.

    Kau mau membuatku kesal? Apakah kau ingin putus? Mari! Mohon beri jalan. Halo, semuanya. Ayo naik dan bicara di dalam, ya? Aku tak mau. Kau sangat cantik hari ini. Kau jangan menarikku. Perjalanan yang bahagia. Halo, semuanya. Saudara dan saudari sekalian. Pada waktu dan tempat yang khusus ini,… …ada seorang pemuda mau melamar. Melamar.

    Jangan lihat. Ada yang mau melamar di dalam bus. Terima kasih hadiahnya. Aku tak tahu apakah ada yang akan melamarku. Sayangku. Aku benar-benar tak mengerti romansa. Meski gajiku tak tinggi dan selalu tak ada waktu menemanimu. Namun,… …bolehkah kau memberiku kesempatan untuk menjagamu seumur hidup? Kata “cinta” ini tak sembarang diucapkan.

    Namun, aku sungguh ingin memberitahumu. Aku mencintaimu! Fang… Pasang sabuk pengaman! Cepat! Cepat! Amitabha. Apa semua ini? Ini adalah puting beliung dari tekanan tropis rendah. Topan datang! [Starry Traffic] Ziqiang, percepat laju! Duduk dengan benar! Kau baik-baik saja, Xiaoqing? Aku tak ingin mati! [Masukkan koin setelah naik] Xiaoqing! Xiaoqing. Xiaoqing. [Pukul 15.09] Xiaoqing. Ziqiang.

    Kita ada di mana? Kita terjebak di tebing. Jangan bergerak. Tenang. Ada aku. Kakiku! Kakiku! Semuanya duduk! Duduk! Jangan bergerak! Jangan bergerak, duduk! Jangan bergerak! Semuanya jangan bergerak! Jangan bergerak! Jangan bergerak! Semuanya, dengarkan aku! Kita terserat topan ke atas tebing. Sekarang terjebak di sini. Jika bergerak sedikit saja, kita semua akan jatuh. Jangan panik.

    Jangan panik. Kita masih ada cara. Keluar dari sini dalam waktu setengah jam. Temukan sebuah bunker. Seharusnya bisa melewatinya. Tidak, tunggu. Apa maksudmu setengah jam? Kita masih tenang sekarang karena kita berada dalam puting beliung. Selama kita bisa keluar sebelum topan datang lagi, kita akan selamat. Bukankah topan sudah pergi? Benar, itu puting beliung.

    Menurut angin dan tekanan barusan,… …jari-jari lingkaran angin sekitar 500 kilometer. Kekuatan angin di atas level 16. Jarak puting beliung sekitar 100 kilometer. Waktu kita kurang dari setengah jam. Kenapa kau asal bicara lagi? Aku tak asal bicara. Aku suka meteorologi. Namun, kau memaksaku belajar matematika. Benar! Aku telah lama memancing. Ini puting beliung! Suamiku!

    – Mau bagaimana dengan uangku ini? – Kita hanya ada waktu setengah jam. Semuanya tenang! Dengarkan aku! Tak bisa gerak. Kita pasti akan mati. Cepat telepon! Cepat ambil ponsel dan telepon! Kalian ini… Ponsel, Ibu. Aku ada ponsel. Aku sudah lihat tadi. Tak ada sinyal. Sungguh tak ada sinyal. Bagaimana ini? Semuanya jangan panik!

    Jangan panik! Jangan nangis! Jangan panik! Diam! Semuanya, diam! Kau jangan memaksa lagi! Kenapa kau pura-pura sok hebat? Apakah kau bisa nyetir? Kenapa sampai ke sini? Dasar, tunggu saja kau. Akan kuhabisi kau. Jika aku tak bisa keluar, aku akan kirim komplain padamu! Jika terjadi sesuatu pada putraku, mati pun aku akan menghantuimu! Diam!

    Dia bukan sopir gadungan. Namanya Chen Ziqiang. Seorang tim penyelamat yang unggul. Demi menolong orang, lengannya dipaku tujuh paku. Makanya jadi sopir di sini. Kenapa kalian memarahinya? Atas dasar apa? Xiaoqing. Lepaskan! Kau itu seorang pahlawan. Apakah kau tahu? Setiap kali kau selalu berusaha menolong orang. Kau hampir cacat, apakah kau tahu?

    Apakah kau bisa nyetir? Jika masih ada kesempatan untuk keluar sekarang,… …maka itu adalah dirinya! Mohon padanya. Mohon padanya! Itu… Kau dari tim penyelamat. Kumohon. Selamatkan kami. Benar. Selamatkan kami. Saudara. Uang ini untukmu. Selamatkan kami. Kumohon, selamatkanlah kami. Aku percaya padamu! Ya, aku juga percaya padamu. Aku juga percaya padamu. Aku juga percaya padamu.

    Baik! Beri tahu berat badan kalian dulu. Pemuda. Kenapa kau tak sopan sekali? Kenapa harus beri tahu berat badan? Menurut teori mekanik, kita harus jaga keseimbangan bus ini. Aku sudah amati tadi. Kita masih beruntung, dari sini ke dataran kurang dari 30 meter. Kita sepertinya bisa panjat naik. Ziqiang. Apakah itu bisa? Percaya padaku.

    Ketua Chen, dengarkan aku. Kau adalah ketua tim penyelamat. Kau itu Tom Cruise. Kau itu superman. Kau bisa panjat naik, tapi kami tak bisa. Benar. Kau bisa panjat naik, tapi kami tak bisa. Ini tak bisa. Apakah kau akan naik duluan dan abaikan kami? Kau tak boleh tak pegang omongan. Benar.

    Kau tak boleh abaikan kami. Semuanya tolong percaya padaku. Selama kalian percaya dan bekerja sama denganku,… …aku bisa mengeluarkan kalian. Apa yang akan kau lakukan? Siapa ada tali yang kuat? Benar, ayo cari. Siapa yang akan membawa itu? Siapa yang akan bawa tali? Ayo cari. Apakah ini bisa? Kakak, jangan melucu. Dia mau tali.

    Punyamu ini jaring. Itu bagus. Gaya tarik jaring ikan tak buruk dari tali penyelamat. Ini juga bisa dibuat jaring gantung. Paman sopir bisa menarik kita ke atas. Bagus sekali. Kita bisa terselamatkan. Bagus sekali. Begini. Aku naik dulu. Lalu, kutarik satu per satu ke atas. Tunggu. Naik satu per satu? Bukankah kau bicara omong kosong?

    Jaring ini tak satu per satu… Kuberi tahu pada kalian. Kami berdua harus yang pertama naik. Dengar tidak? Benar. Kami berdua lebih dekat. Dari urutan, kami yang pertama. Benar. Kenapa kau ini tak tahu dahulukan yang tua dan muda? Jika mau naik, tentu saja Pengpeng naik dulu. Tak boleh. Aku tak boleh mati.

    Aku masih ada tiga juta penggemar. Mereka akan sedih jika aku mati. Astaga. Dirimu begini ada tiga juta penggemar? Kami ada lima juta pelanggan tetap. Makanya. Jika kami berdua tak kembali, mereka akan mati kelaparan. Makanya. Lucu sekali. Aku tak boleh mati juga! Aku masih tak tahu siapa dari kalian yang pesan layanan ini.

    Ini adalah bisnis pertamaku. Aku harus berhasil! Jaring ikan ini milikku. Jika aku tak naik, kalian tak usah naik juga. Kuberitahu. Jika bukan Pengpeng yang pertama naik,… …kita mati bersama saja. Mau seperti ini, ya? Baik. Semuanya mati saja, tak usah hidup. Ayo, goyang. Jangan! Jangan goyang! Ayo! Jangan teriak lagi!

    Melakukan sesuatu harus ada harga. Atas dasar apa kalian naik dulu? Aku naik dulu. Jika aku naik dulu, kuberi satu juta per orang. Sungguh? Kau masih percaya? Jika dia ada satu juta, kenapa dia naik bus ini? Lihat tidak? Ini asli. Rantai emas besar. Lihat tidak? Gelang emas besar ini. Ini asli. Lihat tidak?

    Biarkan kami berdua naik dulu. Aku akan beri ini padanya. Beri semuanya. Sungguh? Tentu saja sungguh. Penjualnya memberitahuku. Anti luntur, anti karat. – Ini sangat berat. – Emas murni 24 karat. Ini tentu saja asli. Otakmu rusak! Kau kira aku tak punya uang, ya? Aku tak ada uang? Aku hanya rendah hati saja biasanya.

    Kuberi tahu. Aku punya banyak uang. Biar aku duluan. Biarkan aku duluan. Dua juta! Aku mengalah. Bos! Satu juta, aku akan mengalah. Jangan ribut lagi! Sudah cukup belum? Kita semua akan mati jika topan datang. Kuberi tahu padamu. Semua harus diperjelas terlebih dahulu. Ayo. Kita pergi. Kau jangan pergi. Jangan pergi. Kau mau ke mana?

    Kau tak boleh pergi. Kenapa tak boleh pergi? Tinggal dan mati di sini bersama kalian? Kuberi tahu pada kalian. Chen Ziqiang bisa dengan mudah membawaku pergi. Tak perlu jaring ikanmu. Tak perlu uangmu. Tak perlu ribut dengan kalian juga. Kalian berdebat di sini sudah buang tiga menit. Sudah bisa naik satu orang dengan waktu ini.

    Kalian berharap padanya, ‘kan? Baik. Chen Ziqiang, kau yang atur. Saudara. Ini untukmu. Kau biarkan aku naik dulu, ya? Tak perlu uangmu. Saudara. Ini bukan masalah uang. Meski menurut teori mekanik, kau lebih aman jika pertama naik. Namun, selama semuanya bersatu, maka bisa keluar hidup-hidup.

    Kalian tak hanya bantu orang lain, tapi juga bantu dirimu sendiri. Perkataan Xiaoqing benar. Aku dulu anggota tim penyelamat. Jadi, tolong percaya padaku. Aku pasti akan menolong kalian semua. Baik. Kami percaya padamu. Aku percaya padamu. Saudara. Nanti aku naik duluan. Kuberi talinya untukmu, kau ikat jaring ikannya. Baik. Kalian naik sesuai berat badan.

    Chen Ziqiang. Hati-hati. Kau sangat cantik hari ini. Berat badan siapa yang lapor salah? Siapa? Siapa? Siapa yang mau mati bersama? Aku. Mungkin makan terlalu banyak hari ini. Sebenarnya berapa beratmu? 48 kilogram. Hei. Berapa berat badanmu sebenarnya? 53 kilogram. Kau masih berbohong! 63 kilogram, puas? Aku juga punya harga diri. Emosiku ini. Tidak!

    Jangan ribut lagi! Yang salah lapor maju satu baris ke depan. Kau teriak apa? Hati-hati. Ziqiang. Apa yang terjadi? Ziqiang. Kau harus hati-hati. Aku baik-baik saja! Bagaimana ini? Dia terlihat sedikit gugup. Dia pasti bisa. Bagus sekali. Dia sudah panjat naik. Sudah naik! Pacarmu hebat. Kenapa turun hujan? Gawat. Tekanan udara tiba-tiba turun…

    …di cuaca suhu tinggi yang ekstrim. Intensitas topan meningkat. Puting beliung menyusut. Topan akan lebih awal tiba! Ziqiang! Topan akan lebih awal tiba! Ikat jaring ikan! Tak cukup panjang. Tak cukup panjang! Bagaimana ini? Bagaimana? Seseorang sambungkan talinya! Dia bilang, seseorang naik sambungkan tali. Siapa yang pergi? Kau. Kenapa aku? Biar aku analisis untukmu. Lihat.

    Bukankah Ketua memintamu ikat jaring ikan? Benar. Bukankah yang dibilang itu dirimu? Benar. Dirimu. Kupikir dia akan turunkan talinya. Jangan mimpi. Mana ada hal yang mudah. Suruh kau naik ya naik. Kenapa cerewet sekali? Suruh kau naik ya naik saja. Kau lihat, hujan semakin deras. Nanti topan akan segera datang.

    Jika aku naik, busnya jadi tak seimbang. Saudara. Kau tenang. Kami akan membantumu. Itu… Aku tetap tak berani! Tak cukup panjang! Tak cukup panjang! Lepaskan ikat pinggang! Bahu-membahu untuk naik! [Starry Traffic] Lepaskan ikat pinggang jika ada. Cepat! Lepaskan ikat pinggang. Ikat pinggang sudah lepaskan, siapa yang naik? Kau. Aku? Kenapa aku? Lihat.

    Kubantu kau analisis. Apa yang dikatakan di atas? Tak cukup panjang. Kau lihat semua orang di sini. Kau yang paling tinggi. Tinggimu kurang lebih 180 sentimeter. Bukan. Hei. Aku takut ketinggian, bagaimana aku bisa? Bukan, aku… Istriku, lihat dirinya, kenapa seperti ini. Apa yang kau lihat? Suamiku. Menurutku dia benar.

    Lihat, tinggimu lebih dari 180 sentimeter. Saatnya kau perlihatkan kehebatanmu. Istriku. Aku takut ketinggian! Suamiku. Cepat naik. Cepat. Kau jangan menyentuhku! Cepatlah. Jangan sentuh aku, tinggi sekali. Aduh, ini… Saudara! Dia takut ketinggian! Kau hati-hati! Apakah kau melihat talinya? Mana talinya? Sudah! Perlahan! Aku tak gerak. Tak bisa raih! Tak bisa.

    Ini masih belum cukup panjang. Siapa yang pergi kali ini? Kau! [Starry Traffic] Tidak. Menurutku, kita masih harus analisis lagi. Aduh, analisis apanya. Kau mau suruh aku yang tua ini naik atau Pengpeng yang naik? Siapa lagi jika bukan kau? Ini ada yang lumpuh. Dia yang pergi? Bukan. Kalian harus pahami lumpuh ini… Paman.

    Kau sangat hebat. Cepat. Cepat! Cepat. Segera. Naik. Bagaimana? Sudah bisa raih? Raih! Raih! Seperti ini bisa? Cepat! Semangat! Semangat! Dia baik-baik saja! Dia baik-baik saja! [Starry Traffic] Ziqiang! Hati-hati! Saudara! Apa kau baik-baik saja? Maaf. Selesai. Saudara. Kudiskusi denganmu. Biarkan aku naik dulu. Kuberi kau satu juta. Kalian sedang apa? Bicara apa di sana?

    Tak apa-apa, kita sedang diskusi bagaimana cara naik. Bos Feng. Meski menurutku uang penting. Namun, nyawa lebih penting. Apa yang mau kau lakukan? Jangan sampai aku menghajarmu. Cepat naik. Cepat. Cepat naik. Biarkan anak-anak dulu, cepat. Ibu. Cepat naik. Sama-sama. Cepat naik. Ibu! Cepat pergi! Cepat! Hujan semakin deras. Cepat pergi! Pengpeng! Cepat pergi! Ibu!

    Ibu! Ayo, cepat. Ayo, cepat masuk. Cepat. Belajar dengan baik. Kau selanjutnya. Selanjutnya itu dirimu. Anak membutuhkanmu. Bagaimana denganmu? Aku yang terakhir. Aku percaya padanya. Ibu! Aku sudah naik! Ayo, cepat, selanjutnya. Aku datang. Terima kasih. Ayo. Cepat. Satu, dua, ayo. Cepat. Ayo, bantu aku. Baik. Sudah seperti ini, kau masih pegang kue ini?

    Berikan padaku. Ini bisnis pertamaku! Aku harus berhasil! Baik. Kau pegang dengan erat. Kau pegang saja. Beri tenaga. Ibu. Pengpeng. Perlahan. Cepat. Segera. Perlahan. Kue aku. Perlahan. Cepat. Pengpeng, bantu aku! Cepat, selanjutnya. Kau naik, cepat. Kalian hati-hati, ya. Cepat pergi. Di mana suamiku? Di sini. Suamiku. Cepat! Cepat. Baik. Suamiku! Naik, cepat.

    Aku takut, Suamiku. Perlahan. Jangan panik. Perlahan, baik-baik saja. Cepat. Cepat! Selanjutnya, cepat! Cepat jalan ke belakang. Cepat! Aku takut sekali. Mari. Sini. Hati-hati. Ayo. Suamiku! Aku sudah naik! Naik! Sekuat tenaga! Aku tak ingin mati! Langit memberkati! Amitabha. Amitabha, Langit memberkati! Amitabha. Sini. Astaga. Saudari, kau berat sekali. Kau harus turunkan berat badanmu.

    Apa aku makan makanan keluargamu? Cepat. Cepat naik. Cepat. Cepat. Kau cepatlah. Yang atas, cepat sedikit! Aduh, aneh sekali. Panas sekali. Kenapa panas sekali? Kenapa hujan ini panas sekali? Ini angin fohn. Udara dingin yang dibawa topan tenggelam … …dengan cepat di bawah pengaruh tekanan udara rendah.

    Suhu akan naik 6,5 derajat setiap turun seribu meter. Semakin rendah suhu, semakin panas suhunya. Bukankah yang bawah akan jadi uap? Suamiku! Cepat naik! Angin fohn sudah datang! Cepat! Apa yang kau lakukan? Biarkan aku naik dulu. Kuberi satu juta. Pergi sana! Ini giliranku! Dua juta, bisa? Tak boleh, ini giliranku!

    – Tiga juta! – Tak boleh, ini giliranku! Kenapa jadi berantem? Dasar kau! Beraninya pukul suamiku! Tarik mereka naik! Tarik sekuat tenaga! Cepat tarik! Suamiku! Suamiku. Cepat naik. Jangan berantem lagi! Jangan berantem, masih ada dua orang di bawah. Cepat tarik mereka naik! Cepat lempar! Cepat turunkan, cepat! Ziqiang! Ziqiang! Ziqiang.

    Kupikir tak akan bisa melihatmu lagi. Ayo! Sebelah sini tak bisa. Ke depan mobil! Ziqiang. Hati-hati. Ziqiang. Berikan tanganmu. Ziqiang, cepat lepaskan tanganmu. Tak mungkin! Ziqiang, bagaimana ini? Sepertinya kita akan jatuh ke bawah. Jangan lepaskan tanganku. Ikut lompat bersamaku. Ayo! Pegang erat! Tarik! Cepat tarik! Cepat tarik! Sekuat tenaga! Jangan sampai lepaskan tangan!

    Tak akan pernah. Ayo! Cepat naik! Pegang erat! Ayo, tangan. Tangan. Cepat! Cepat naik. Ziqiang! Sudah naik. Sudah naik. Sudah naik. Bagus sekali. Semuanya jangan merayakan dulu. Topan masih meningkat. Kita akan memasuki lingkaran angin level 18 dalam 10 menit. Temukan bunker! Cepat! Cepat jalan! Sebelah sini! Ada gua di sini! Cepat ke sini! Ayo.

    Ayo. Dikatakan bahwa Kota Haishan… …membangun banyak benteng di hari-hari awal pembebasan. Ayo. Ayo. Masuk! Baik. Suara apa itu? Bukankah topan? Kenapa ada gempa bumi? Sepertinya itu tanah longsor. Jalan! Jalan! Cepat jalan! Cepat, cepat lari! Cepat! Cepat jalan! Cepat! Cepat! Cepat. Hati-hati! Pengpeng! Pengpeng, cepat keluar! Cepat tarik keluar! Pakai tenaga! Pakai tenaga! Cepat.

    Cepat. Cepat! Pengpeng! Cepat pegang tangan Ibu. Keluar, Pengpeng! Tarik dia keluar. Pengpeng, keluar. Cepat. Pengpeng. Cepat. Pengpeng! Ibu. Cepat! Pengpeng. Cepat. Keluar! Keluar. Sudah keluar. Apa yang terjadi? Kau baik-baik saja? Membuatku terkejut. Akhirnya keluar. Membuat Ibu terkejut. Membuatku terkejut. Putraku yang baik. Sudah aman. Ziqiang. Aku baik-baik saja.

    Apa yang harus kita lakukan sekarang? Bagaimana keluar? Tak bisa keluar lagi. Tidak. Bagaimana mungkin tak bisa keluar? Kita saja sudah panjat tebing. Bagaimana mungkin tak bisa keluar? Benar. Saudara. Kau itu superman. Kau pasti bisa membawa kami keluar. Kami percaya padamu. Benar. Kami percaya padamu. Dinding teknik militer ini setidaknya setebal 50 sentimenter.

    Tumpukan batu ini beratnya setidaknya 10 ton. Kita tak bisa pindahkan. Mana mungkin tak bisa pindahkan. Pasti bisa. Benar. Tenagaku kuat. Ayo, kita sama-sama. Ayo, bantu pindah. Coba dulu. Ayo. Sekuat tenaga! Pakai tenaga. Semangat! Sekuat tenaga! Sekuat tenaga, semangat! Jangan buang tenaga! Semakin kalian seperti ini, semakin cepat oksigen habis,… …semakin cepat kita mati.

    Jadi, harus bagaimana? Tidak. Kau pikirkanlah cara. Kau ada cara. Tak boleh duduk diam seperti ini. Kau pikirkan cara. Kami percaya padamu. Percaya, kami semua percaya. Kau pasti ada cara. Maaf. Aku tak bisa lagi menolong kalian semua. Tunggu tim penyelamat saja. Ponsel. Siapa masih ada ponsel? Benar. Ponsel. Aku tak ada. Ini. Cepat.

    Kena air, tak bisa dibuka lagi. Ponselku bisa hidup. Ponselmu bisa hidup? Cepat telepon. Cepat telepon. Cepat telepon tim penyelamat. Ada tidak? Ada tidak? Tak ada sinyal di sini. Bagaimana mungkin tak ada sinyal! Bagaimana mungkin… Tak ada sinyal! Tempat kumuh macam apa ini! Dari tebing ke sini, tak ada sinyal sedikit pun. Dasar. Dasar!

    Suamiku. Halo. Aku adalah Lisa. Kalian sudah lihat juga. Sebenarnya aku sama sekali bukan selebriti internet. Sebenarnya aku sangat gemuk. Maaf. Aku telah berbohong selama ini. Aku sekarang memenuhi janjiku pada kalian. Kutunjukkan penampilanku pada kalian. Jika ada kesempatan di masa depan,… …kalian melihat video ini setelah aku meninggal,… …masih bisa menyukaiku seperti dulu. Ini.

    Apa yang kau lakukan? Pinjam aku rekam juga. Pinjam kau rekam tak perlu bayar. Tak perlu bayar? Lalu, apa gunanya uang ini? Untukmu. Untukmu. Untukmu. Semuanya tak mau? Aku ini. Hemat seumur hidup. Punya uang banyak. Sangat banyak. Sekarang… Apa gunanya ada uang? Apa gunanya barang ini? Uang ada guna.

    Aku berpisah dengan pacarku karena aku tak punya uang. Kuberi tahu padanya. Aku pasti akan berhasil dalam berbisnis. Aku pasti akan buat dia jalani hidup yang baik. Namun, dia tak percaya. Tetap memilih meninggalkanku. Aku adalah badut. Akulah yang badut. Sudah mancing beberapa puluh tahun masih mabuk laut. Bos bilang aku pembawa sial.

    Tak bisa menangkap ikan. Dia memecatku. Aku naik bus pun bertemu topan. Akulah yang badut! Apa-apaan ini. Apa-apaan ini! Apa-apaan ini! Suamiku, jangan begini. Kenapa aku tak beli tiket diskon dan pergi ke Italia saja? Aku baik-baik saja! Kau lihat aku. Lihat. Sangat mendebarkan. Suamiku. Aku puas bersama denganmu. Sungguh.

    Aku sangat senang untuk jalan-jalan kali ini. Kuberi tahu padamu. Aku tak pernah takut jika ada bersamamu. Aku tak takut pada apa pun. Bukankah kau mau melihatku senyum? Bukankah kau paling suka melihatku senyum? Aku akan senyum. Istriku. Apa kau tahu hal paling bahagia dalam hidupku? Yaitu aku telah menikahimu.

    Namun, aku membuatmu ikut aku jualan sate selama lima tahun. Kau sudah menderita. Suamiku. Selama ada dirimu, di mana pun itu adalah Cinque Terre. Ibu. Jangan nangis lagi. Kita masih bersama-sama. Ibu seharusnya tak menyuruhmu… …belajar mata pelajaran yang tak kau sukai. Aku tahu kau melakukannya demi kebaikanku. Pengpeng.

    Kau adalah anak Ibu yang paling baik. Ibu. Kau seorang diri membesarkanku, terima kasih. Aku akan jadi anakmu lagi di kehidupan selanjutnya. Membalasmu dengan baik. Ibu tak susah. Anak yang baik. Ibu. Xiaoqing. Sebenarnya aku hari ini… Apa yang kau lakukan? Chen Ziqiang, bisakah kau semangat? Kenapa kau menangis? Apa yang kalian lakukan?

    Bukankah kita masih belum mati? Kenapa mau menyerah? Bukankah kau ada uang? Hidup dulu agar bisa gunakan. Berikan pada mereka yang membutuhkan. Bukankah kau mau membuktikan diri? Bagaimana membuktikan jika sudah mati? Bagaimana buktikan pada wanita itu? Buktikan bahwa dia salah! Kita semua telah capai titik ini sekarang. Kita telah melalui begitu banyak kesulitan.

    Kau bilang menyerah sekarang, apakah kau seorang pria? Bantu. Cepat bantu. Cepat bantu. Ayo. Cepat bantu. Ayo. Ayo. Satu dua tiga! Angkat! Ayo! Masuk ke dalam. Bukankah ini saluran pembuangan? Benar. Guru pernah mengajari. Kuda melihat tebing akan berhenti. Semut akan pindah jika bertemu air. Ini adalah insting hewan. Jelas pintu keluar ada di sana.

    Pintu keluar. Istriku, cepat ikut. – Suamiku. – Cepat. Ikuti. Ikut Ibu jalan. Ayo. Yang depan lebih cepat. Cepat. Cepat. Yang belakang ikuti. Yang depan lebih cepat. Cepat. Hei, Pak Tua. Sudah seperti ini kau malah kentut? Maaf. Aku masuk angin. Masuk angin. Masuk angin. Beraninya memukulku. Kau malah menendangku? Jangan ribut lagi!

    Air akan melewati sini, jalan! Baik. Jalan sekarang. Kuberi tahu, jika kau menindasku lagi,… …keluar nanti aku akan membunuhmu, dengar tidak? Kau cepatlah. Cepat. Cepatlah. Aku tak tahu tempat apa ini. Sangat berbahaya, tahukah kau? Berbahaya pun kau tetap harus panjat. Kau lebih cepatlah! Cepat. Pelan-pelan, Suamiku. Istriku, cepat. Pegang yang baik. Cepat. Cepat. Cepat.

    Cepat ikuti Ibu. – Cepat. – Ibu. Cepat. Cepat. Cepat. [Bus] [Pelabuhan Ikan Shitang] Ayo. Cepat. Cepat, Istriku, cepat keluar. Cepat. Pengpeng. Ayo naik. Kau baik-baik saja? Kita akhirnya naik ke atas. Kami selamat! Kami tak mati! Sekarang angin masih meningkat! Telah melampaui level 18! Kita akan diseret terbang oleh angin! Tak berujung!

    Aku tak bisa berdiri! Sebelah sana! Cepat jalan. Cepat. Cepat lari! Cepat. Lantai dua. Lantai dua! Naik ke lantai dua! Ayo. Satu dua tiga. Angkat! [Hantaman Topan] Cepat naik! [Hantaman Topan] Cepat cari sesuatu untuk blokir jendela! Tahan. Tahan. Istriku. Istriku, tahan. Jangan takut. Suamiku. Aku sudah tak bisa menahannya. Harus tahan. Xiaoqing. Jangan takut.

    Astaga. Apakah tempat ini tak bisa tahan? Topan tak akan masuk, ‘kan? Tak bisa. Ini adalah struktur kayu. Bisa menahan angin di atas level 20. Hati-hati! Cepat, lari! Daerah segitiga! Daerah segitiga! Semuanya masuk! Masuk! Semuanya ke daerah segitiga! Xiaoqing. Masuk. Masuk. Sekarang angin telah melampaui level 20. Bahkan cahaya pun bisa tersedot. Kue aku.

    Kue aku! Untuk apa kau mau kue lagi di saat seperti ini? Cepat kembali! Apa yang kau lakukan? Cepat kembali! Ziqiang. Ziqiang! Ziqiang. Ayo. Satu dua tiga! Ziqiang. Ziqiang. Bagaimana? Ziqiang. Ziqiang, cepat bangun! Chen Ziqiang. Kau bilang takkan tinggalkan aku sendirian. Chen Ziqiang. Aku tahu biasanya temperamenku buruk. Aku juga galak padamu.

    Aku yang salah. Aku benar-benar tak bisa hidup tanpamu. Ziqiang. Ketua Chen tak akan seperti ini jika bukan karena kita. Kita bersalah pada Ketua Chen. Ziqiang. Kau bangun dan lihatlah. Kumohon padamu. Chen Ziqiang. Ketua Chen tak mati. Ketua Chen sudah sadar. Ketua Chen sudah sadar. Sungguh sudah sadar. Baguslah sudah sadar.

    Aku sudah berjanji padamu takkan pernah meninggalkanmu. Sudah sadar. Bagus sekali. Istriku. Pemandangan ini indah tidak? [Pelabuhan Ikan Shitang] Lebih indah dari Cinque Terre, ‘kan? Suamiku. Aku takkan menggertakmu lagi kelak. Pesawat! Di sini! Kami di sini! Di sini! Ini pertama kalinya aku mulai berbisnis, tapi tak berhasil juga. Tak apa-apa.

    Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Aku akan investasi padamu. Tenang saja. Aku akan memberimu ulasan bintang lima. Terima kasih untuk kuenya. Xiaoqing. Sebenarnya aku ada beli cincin juga. Namun, sekarang hanya sisa kue yang hancur. Ingin membuatmu gembira. Jangan marah padaku lagi. Aku tahu kau sebenarnya khawatir padaku. Takut aku menderita.

    Namun, aku ingin memberitahumu, aku sungguh baik-baik saja. Aku sekarang sudah punya waktu setelah pulang kerja. Tak berbahaya seperti dulu lagi. Aku… Gajiku tak tinggi. Kurang romantis juga. Dulu sering tak ada waktu menemanimu. Aku tahu banyak orang berpikir kita tak mungkin bisa bersama. Namun, aku ingin memberitahumu. Baik sebagai tim penyelamat atau sopir bus,…

    …aku tetap bisa melindungi selamanya. Aku… Aku tahu kata “cinta” tak boleh diucapkan dengan mudah. Namun, aku ingin memberitahumu. Aku cinta padamu! Menikahlah padaku! Bagus! Kuenya sudah rusak. Lebih baik jangan dimakan lagi. Jangan bergerak! Chen Ziqiang. Apakah aku cantik? Cantik. Kau kelak harus merasa aku yang paling cantik! Kau itu milikku.

    Kelak tak boleh terluka lagi! Berdiri! Kenapa masih berlutut di sana? Kau majulah. Istriku, kenapa kau ikut campur? Cepat ke sini. Cium! Cium! Kau mau cium tidak? Masih buang sampah sembarangan? Semua garamu sembarang buang sampah mengenai Dewa laut. Menyebabkan topan. Kau bicara omong kosong. Apa hubungannya buang sampah sembarangan dan topan?

    Paman, ada apa denganmu? Kau kenapa? Apakah tim penyelamat sudah datang? Akhirnya datang? Topan! Cepat dayung! Topan sudah datang! Cepat dayung! [Satu tahun kemudian] Namaku Liu Jintian. Dari Kota Siping. Ini istriku. Zhao Lanlan. Buka restoran barbekyu. Restoran barbekyu Siping. Ya, enak. Sangat enak. Setelah melalui bencana ini, kutahu kau lebih mencintaiku lagi.

    Aku merasa aku adalah wanita paling bahagia di dunia. Cinque Terre… Ayo, pergi sekarang, ayo jalan. Jangan buru-buru, belum selesai interview. Pasti akan pergi. Akan pergi segera. Aku akan pesan tiket sekarang. Setelah melalui topan ini,… …jika seseorang bisa bertahan, akan ada keberuntungan kelak. Kuulang lagi, ya. Perusahaan Layanan Badut adalah hotline lamaran.

    Selama kebutuhan pelanggan bisa kami penuhi. Meski itu sebuah mimpi. Halo, semuanya. Aku adalah Pengpeng. Aku menyelinap keluar. Aku ingin ikut ujian masuk universitas geosains. Jurusan geofisika. Namun, ibuku ternyata berubah pikiran. Awalnya bilang setelah topan berlalu… …akan biarkan aku belajar meteorologi. Namun, tetap menyuruhku belajar Olimpiade Matematika. Pengpeng! Apakah Pengpeng di sini? Ibuku datang.

    Aku pergi dulu. Aku tahu, tunggu sebentar. Aku sedang interview. Tunggu sebentar, ya. Tahu. Begini. Mari kita persingkat waktu. Namaku Feng Chucai. Sekarang menjalankan bisnis properti, investasi, saham, futures. Bisnis kecil seperti itu. Aku pernah mengalami topan. Di situasi seperti itu, uang satu juta, dua juta, tiga juta… …itu seperti kertas bekas.

    Tak ada gunanya sama sekali. Kau beri pada orang lain pun tak ada yang mau. Maaf. Aku terima telepon dulu. Aku pergi dulu. Halo, silakan bicara. Hati-hati di jalan, Bos Feng. Ini adalah bos kami. Aku sangat beruntung. Dalam topan saat itu, tak terima dua juta miliknya. Dia sekarang merasa karakterku sangat bagus.

    Jadi, berinvestasi pada perikanan lautku. Banyak hal yang telah kami lalui bersama. Bertahan hidup bersama. Aku merasa… …meski uang itu penting. Namun, nyawa lebih penting. Halo, aku adalah penyiar kalian, Lisa. Aku sekarang sudah resmi menjadi penyiar selebriti internet. Benar-benar ada 30 juta penggemar. Terima kasih atas cinta kalian.

    Tiga puluh juta atau tiga juta, aku lupa, maaf. Sebenarnya, aku dulu adalah gadis yang sangat pesimis. Karena aku sudah gemuk sejak masih kecil. Jadi, aku melakukan siaran langsung. Namun, aku hanya berani gunakan suaraku untuk siaran langsung. Tak berani menunjukkan wajahku. Terima kasih atas pengalaman kali ini. Membiarkanku menjadi diriku yang sebenarnya.

    Menurutku yang paling penting… …adalah kita berdua bahagia saat bersama. Aku merasa diriku sepertinya tak keras kepala lagi seperti dulu. Aku dulu mungkin berpikirnya tak begitu terbuka. Jadi, terus keras kepala pada satu hal. Sekarang aku rasa, selama dua orang bisa bersama itu paling penting. Sebenarnya, waktu itu reaksi naluriah juga.

    Selain itu, aku dulu ada beberapa… …pengalaman bertahan hidup saat di tim penyelamat. Ada membantu kami. Ya. Namun, menurutku aku belum capai batas itu. Semua orang tetap berhubungan melalui ponsel. Namun, karena semua orang sibuk juga. Jika ada kesempatan, tentu saja ingin. Kalian… Kami sangat merindukanmu. Sangat berterima kasih padamu. Terus terang.

    Jika topan saat itu tak ada dirinya, kami pasti akan mati. Benar. Berkat dirinya. Ayo. Tim anti-topan kita telah terbentuk selama setahun. Mari kita sebut slogan kita. Baik! Bencana memang tak kenal ampun, tapi ada cinta di dunia! Aku tak ingin ada topan lagi!