[VIETSUB] Hí Mệnh Sư Âm Dương Sư | Phim Hài Cổ Trang | YOUKU
[Dua puluh tahun yang lalu] Bagaimana persiapannya? Akademi Angin sepuluh orang. Akademi Air 15 orang. Akademi Api delapan orang. Akademi Kayu dan Tanah, masing-masing enam orang. Pengorbanan ritual, aturan upacara,… …semua telah diatur sesuai dengan aturan lama. Dikatakan bahwa 800 tahun yang lalu,… …benda di dalamnya sangat merajalela. Ia bisa dalam sekejap… Bagaimana?
Lehermu akan dipatahkan dan otakmu akan dimakan. Kau benar-benar percaya? Kudengar dari kakekku,… …jika bertemu bulan purnama di tahun baru, itu pertanda buruk. Kakekmu pernah melihatnya? Aku sudah hidup 20an tahun dan tak pernah melihatnya. Namun, omong-omong, jika tak ada apa pun di dalam itu,… …untuk apa Akademi Xuan kita menjaga di sini?
Jadi, kau harus percaya. Awasi baik-baik. Aku akan turun gunung dulu. Kakak ke-3 hati-hati di jalan. Tolong, bisakah kalian berdua sedikit memiliki gaya? Kakak ke-3 hati-hati di jalan. Ini baru mirip murid Akademi Xuan. [Sutradara: Liu Gongzi] [The Virtuoso – Onmyouji] Di mana arakku? – Sudah siap. – Baik. Arak Liuling yang terbaik.
Baik, ini uangnya. – Aku tak bisa menerima uang ini. – Kenapa? Anggap ini sebagai hadiah ucapan selamatku. Tak bisa. Akademi Xuan kami tak boleh mengambil sepeser pun dari rakyat. Uang ini harus diterima. Ada lagi, datanglah ke tempat kami untuk bersulang nanti. – Baik. – Kutunggu kau. – Terima kasih, selamat. – Baiklah.
Selamat Ketua Jiang. Terima kasih. Kak Jiang menjabat sebagai Ketua akademi. Tuan Muda juga merayakan kelahiran satu bulan. Memang kebahagiaan ganda. Terima kasih. Mari. Terima kasih telah datang semuanya. Selamat. Senior. Lihat, aku membawa arak untukmu. Adik seperguruan. Kenapa kau di sini? Kakak ke-2 juga di sini?
Kau tak menjaga altar, malah datang ke sini untuk minum? Aku sudah mengatur semuanya. Bagaimana kalau biar kuhangatakan araknya, Kakak ke-2? Biar kuhangatkan arak ini. Junior. Kau bertanggung jawab menjaga altar, nanti segera kembali. Aku tahu. Aku juga bukan di sini untuk melihatmu, aku di sini untuk Wushan. Si Gendut.
Kak ipar, aku membuat gelang untuk Wushan. Tuan Muda Wushan. Lihat, apa ini? Paman membawakan lonceng kecil untukmu. Mari, terimalah. Mari, peganglah. Jangan nangis. Menurutlah, jangan nangis. Suka? Arak sudah siap. Kakak ke-2, lihatlah. Araknya sudah siap. Senior. Selamat atas pelantikannya. Aku akan bersulang dulu. Junior, aku sudah menerima niat baikmu.
Hari ini, kau tak bisa minum arak. Senior. Adik ke-3 juga bermaksud baik. Hari ini hari yang bahagia, minum segelas juga tak masalah. – Iya. – Minum sedikit tak apa-apa. Mari. Baik, hanya segelas ini saja. Mari. Para tetua, para kerabat terhormat dari Keluarga Jiang,… …mari kita angkat gelas bersama…
…untuk selamat pada Senior-ku telah menjabat sebagai Ketua. Selamat. Terima kasih semuanya telah datang. Mari. Ada monster. Suara apa itu? Suara apa? Mari segera minum. Terutama ke sini untuk menyelamatkan Dewa. Biarkan dia membantuku menaklukkan dunia. Suamiku. Tak boleh. Dia adalah anak kita. Suamiku. [Dua puluh tahun kemudian] Anak sialan, pukul dia!
Pergilah ke Akademi Xuan di ibu kota. Master di sana bisa menyembuhkanmu. Guru, jika aku menjadi Penguasa Takdir,… …apakah bisa mengubah takdirku sendiri? Hewan juga bisa? Tentu saja bisa. Dharma tertinggi. Seni pengendalian api dari Penguasa Takdir. Apakah Ketua Xiong sudah lupa? 20 tahun yang lalu, kita berdua memiliki janji? Aku membantumu membunuh Jiang Yuan,…
…kau membantuku mendapatkan Dewa Babi Terbang. Namun, Dewa Babi Terbang sudah mati. Apakah ia benar-benar mati? Si Ketua Babi,… …katanya pergi ke Akademi Xuan untuk belajar seni bela diri. Wushan keponakanku. Akhirnya aku menemukanmu. Jiang Wushan. Kau bukan guruku lagi. Aku mau ke Akademi Xuan dengan pamanku.
Dulu karena dia, kalian ibu dan anak hampir kehilangan nyawa. Omong kosong. Jika bukan karena kau gagal dalam bertugas,… …dan melepaskan Dewa Babi Terbang, lalu menyebabkan ayahmu terbunuh. Hari ini Paman akan memaksa Dewa Babi Terbang keluar. Sakit, Paman, aku tak ingin menghilangkan racun ini lagi. Aku tak mau lagi!
Jika tak kau hilangkan, bagaimana aku bisa mendapat Dewa Hewan… …untuk digunakan dan menjadi penguasa dunia? Semua yang dikatakan Qian Badai benar. Ayahmu kubunuh dengan segelas arak beracun. Aku mau membunuhmu! Mari balas dendam padaku! Ketahuilah, apa yang dikatakan Qian Badai semuanya benar. Saat itu, akulah yang memaksa ibumu untuk melompat dari tebing.
Itu semua karena dia enggan melepaskanmu dari pelukannya. Kemudian, apa yang bisa kau lakukan padaku? Ini adalah nasib kalian berdua. Mari. Mari balas dendam padaku. Mari. Dewa Babi Terbang. Akhirnya muncul! Kau milikku. Kau milikku. Kau milikku. Kau milikku. Jiang Wushan. Xiaozhu. Jiang Wushan. – Xiaozhu. – Jiang Wushan. Apa yang terjadi dengan ini?
Ayo, bahas saat di rumah. Hati-hati. Aku tahu. Cepat. Ayah. Ayahku. Ayah. Kenapa kau meninggalkanku dan pergi sendiri, Ayah? Aku menyebut Ayah nakal,… …meminta Ayah bermain kawat besi dengan orang di siang hari. Ini hukuman atas ketidaksabaran, ayahku. Angkat Ketua kalian untukku. Kalian ingat. Mulai hari ini, aku Ketua Akademi Xuan. Aku mau balas dendam.
Aku mau balas dendam! Jiang Xiaozhu membunuh ayahku. Bahkan jika harus melakukan segalanya,… …juga harus menemukannya untukku. Jika dia masih hidup, harus melihat tubuhnya. Jika dia sudah mati, harus melihat mayatnya. Baik! Ternyata Xiong Ba yang mencelakai Senior. Aku benar-benar ingin mencekiknya dengan tanganku. Apa yang terjadi? Ini… Obat apa yang kau berikan padaku?
Aku sudah lama di dunia silat ini, beraninya kau meragukan… Obatku? Pil Penghapus Jiwa? Kenapa memberiku ini? Hebatnya kau. Berhenti. Berhenti. Percaya atau tidak, akan kubunuh kau? Tak heran Jiang Wushan tak menyukaimu. Kau begitu galak, tak akan bisa menikah. Aku… Percaya tidak, aku akan memakai sendok ini untuk membunuhmu? Berhenti. Sialan, berhenti! Air. Air.
Xiaozhu, kau akhirnya bangun. Kau menakutiku saja. Mari, air. Xiao Wushan. Mari berlatih seni bela diri dengan pamanmu. Hei, orang tua, dia masih terluka. Tak bisa tunggu sebentar? Aku… Dia… Menikah? Iya. Bagaimana? Ketua Xiong baru saja meninggal, pembunuh masih bersantai di luar. Bagaimana kau bisa terobsesi dengan wanita? Tetua, tenangkan dirimu. Tenangkan dirimu.
Kenapa kau mempersulit dirimu sendiri? Aku menikah untuk tujuan yang baik, ini hal yang benar. Lihatlah. Setelah Akademi Xuan kita dan Klub Bendera Hitam bersama,… …maka kita akan semakin dekat. Bukankah kombinasi ini semakin kuat? Ya, ‘kan, Kakak Ipar? Ketua Muda, kau… Tetua, jangan marah lagi. Kau pikir aku mudah? Bisakah kau mengerti aku sedikit?
Kau pikir aku menikah demi diriku sendiri? Bukan. Tujuanku demi masa depan ibu kota. Masa depan Akademi Xuan. Lalu,… Lalu,… Membuang nasib sial dengan hal bahagia, ‘kan? Yang paling penting adalah aku dengan Nona Liangzi… …melahirkan 17,18 cucu. Dengan begitu, ayahku akan tertawa dalam perjalanannya. Apa yang tak baik dari ini, Tetua? Ketua Muda.
Saat ayahmu masih hidup, dia memberi tahu berkali-kali,… …tak boleh terlalu dekat dengan Klub Bendera Hitam. Kau secara terang-terangan tak patuh. Jika kau bersikeras melakukannya, aku mewakili tetua Akademi Xuan… …untuk menyerahkan posisi Ketua Muda. Tetua. Tetua. Tetua jika ada kata-kata, katakan dengan baik. Semua orang sendiri. Kenapa harus marah?
Karena Ketua Muda ada niat untuk menikah dengan klubku,… …maka kelak urusan dia adalah urusanku. Urusan kecil atau besar Akademi Xuan,… …aku juga berhak untuk campur tangan. Jika ada yang berani bersikap kasar,… …maka inilah akibatnya. Ketua Muda. Jika ingin menikahi Liangzi,… …mari cari Dewa Babi Terbang dulu baru dikatakan. Bagaimana? Xiaozhu adalah seorang dungu.
– Bos, kau keterlaluan. – Dungu. Jangan lari. Xiaozhu adalah seorang dungu. Jangan lari. Xiaozhu adalah seorang dungu. Jiang Wushan, ayo berlatih seni bela diri. [Berlatih seni bela diri] Xiao Shan, mari belajar seni bela diri. Orang gila. Xiao Shan, mari. Belajar seni bela diri. Xiaozhu. Kau masih belum pulih. Bangun. Biarkan aku saja. Lihat.
Memotong kayu bakar dengan seperti ini. Bagaimana? Hebat, ‘kan? Ayo. Istirahat sebentar. Kau sudah kelelahan. Xiaozhu, lihat ini. Ini apel yang khusus kupetik untukmu hari ini. Bukankah itu terlihat sangat segar? Iya. Mari, buka mulutmu. Ah. Bos. Apakah kau demam? Aku baik-baik saja. Ah. Tak makan lagi. Kenapa kau tak makan? Tak ingin makan. Makan!
Aku makan. Keterlaluan. Aku hanya ingin baik padamu, mengapa begitu sulit dipahami? Kau masih ada selera makan apel di sini? Klub Bendera Hitam mencarimu di mana-mana. Di ibu kota penuh dengan posternya. Dia sudah mau terkenal. Sudah selesai makan? Ayo. Tua bangka! Kau mau bawa dia ke mana lagi? Menyebalkan sekali.
Kau mau bawa aku ke mana? Apa yang mau kau lakukan? Mulai sekarang, kau harus diam. Semua perkataanmu adalah omong kosong. Dengarkan aku. Delapan ratus tahun yang lalu,… …ada babi di langit yang jatuh ke dunia. Sejak saat itu, dunia mulai dibantai dan tak pernah berhenti. Para Dewa di langit melihat dan melihat lagi.
Pada suatu hari, akhirnya tak tahan lagi. Jadi, juga datang ke dunia… …dan bekerja sama dengan nenek moyang kita. Melalui pemotongan, penebasan, dicincang dan dipahat,… …akhirnya menyegel iblis babi ini di dalam kotak batu. Hebat, ‘kan? Ini tak hebat? Masih ada yang lebih hebat. Dewa di langit demi mencegahnya membantai umat manusia,…
…menyerahkan buku rahasia seni bela diri… …untuk nenek moyang kita. Namanya Kitab Penguasa Takdir. Jadi, nenek moyang kita terus melatihnya. Berlatih dan berlatih lagi. Akhirnya suatu hari, dia kehilangan kesadaran… …dan keberadaannya tak diketahui. Begitu kasihan? Masih ada yang lebih kasihan. Buku rahasia seni bela diri juga tak tahu keberadaannya.
Kau memberitahuku begitu banyak, apa hubungannya denganku? Tentu saja berkaitan. Aku ingin memberitahumu, saat itu… …betapa mulianya Akademi Xuan kami. Kau sebagai Ketua Akademi Xuan, seberapa kerennya itu. Kuberi kau waktu satu menit untuk berlutut dan bersujud padaku. Aku akan menjadi gurumu dan kau akan menjadi muridku.
Aku akan mengajarimu seni bela diri sebenarnya dari Akademi Xuan. Lupakan saja, aku takut aku akan menghilang tanpa jejak. Anak sialan. Hebat kau Jiang Xiaozhu. Dulu Xiong Ba merebut posisi ayahmu. Sekarang anaknya Xiong Er tak bisa menjadi ketua ini. Di tubuhmu mengalir darah keluarga Jiang,… …posisi ini harusnya diduduki olehmu. Orangtuaku sudah meninggal.
Lagi pula, aku juga tak ingin menjadi ketua apaan itu. Apa kau tahu siapa sekarang yang mengendalikan Akademi Xuan? Itu adalah peramal dari Klub Bendera Hitam. Kau pikir setelah Xiong Ba mati, semua ini sudah berakhir? Dulu yang mencelakai ayahmu adalah peramal itu. Kau tak membalas dendammu. Sudah. Xiong Ba sudah mati.
Aku tak lagi terlibat dalam masalah ini. Setiap hari saling membunuh, saling membalas dendam. Apa artinya? Selain itu, apa yang kita gunakan untuk balas dendam? Mengandalkan seni bela dirimu yang lemah itu? Mengandalkan fisikku yang setengah manusia setengah iblis? Tak bisakah kau mencobanya? Apa maksudmu dengan pergi begitu saja?
Kau berharap babi dalam tubuh mengganggumu selama sisa hidupmu? Ini masalahku sendiri. Tak ada hubungannya denganmu. Jiang Wushan! Kau jangan lupa akan semua rakyat ibu kota di belakangmu. Apa hidup dan mati mereka tak ada hubungannya denganmu? Jika kau pergi,… …aku akan menganggapmu sudah mati 20 tahun yang lalu. Ketua Xiong.
Kakak Ipar, kau sudah kemari? Kau benar-benar sudah menemukan Dewa Babi Terbang? Tentu saja. Ada di dalam ini. Panggilan Akademi Xuan sang Dewa Pelindung Akademi Xuan,… …tak didapatkan dengan mudah. Kakak Ipar. Ini… Nona Liang Zi… Tentu saja. Baik, Kakak Ipar. Kakak Ipar. Dewa Babi Terbang di sini. Kakak Ipar.
Apakah kau terkejut? Apakah kau merasa luar biasa? Aku sudah meminta orang… …memanggangnya menjadi babi panggang. Dengan begini, tak akan merepotkanmu, ya, ‘kan? Wangi sekali. Gigit kulitnya dengan lembut. Kau akan merasa seperti kembali di bawah terik matahari,… …kau yang balapan dengan babi, betapa menyenangkannya itu? Betapa hangatnya, betapa harmonisnya? Bagus sekali. Mari. Kakak Ipar.
Kau suka makan yang dengan jintan atau bubuk lada putih? Aku suka yang bubuk lada putih. Mari kita coba. Bubuk lada putih ini terlihat pedas. Sebenarnya saat dimakan, sangat lezat. Mari, buka mulutmu. Mari. Ah. Tuan Muda Xiong. Aku… Ada apa? Sialan kau. Kakak Ipar. Kenapa kau memukulku? Ketua Muda. Kau…
Sebenarnya kau makan apa saat pertumbuhanmu? Bukan. Bukan, Kakak Ipar. Kakak Ipar. Jika kau merasa babi ini terlalu kurus,… …kita bisa mencari yang gemuk, ‘kan? Kakak Ipar. Bukankah ini bagus? Bagaimana Ketua berniat menghadapi Da Xiong? Biarkan dia hidup saja agar bisa mengendalikan Akademi Xuan. Oh ya. Ada kabar dari sana?
Lebih banyak orang telah dikirim untuk menyelidiki. Untuk sementara belum ada kabar. Sampah! Masih menunggu apa? Carilah sendiri. Mengendalikan Akademi Xuan, hanya untuk menahan ibu kota. Mau menemukan Dewa Babi baru bisa mengendalikan ibu kota. Menundukkan dunia demi Kaisar. Baik. Kau yakin orang yang kau lihat adalah orang yang mau kita cari?
Orang yang bisa membunuh Ketua Akademi Xuan yang terampil… …dan umurnya kurang lebih sama. Harusnya tak salah. Sangat bagus. Selama kau melakukannya dengan baik,… …aku pasti akan mengangkatmu menjadi peramal terbaik di Jepang. Jiang Wushan. Anak sialan. Cepat latihan. Orang aneh. Bocah ini. Kutendang kau. Ayo. Gunakan kekuatanmu. Bocah ini. Kau mendengarku? Gunakan kekuatanmu.
Cepat, sekali lagi. Baik. Xiaozhu, kau sangat luar biasa. Biasa saja. Turunkan bahumu, luruskan sikumu, angkat tinjumu dan gunakan energi. Sekali lagi. Dewa Babi bertindak sendiri. Dewa Babi. Begitu indah. Xiaozhu, ada apa denganmu? Xiao Xiao. Guru bilang padaku bahwa semua nyawa rakyat ibu kota… …ada di tanganku.
Aku hanya seorang babi kecil, bagaimana bisa sekuat itu? Xiaozhu. Tak peduli apa yang kau lakukan, aku akan mendukungmu. Dulu aku sangat ingin menemukan orangtuaku. Sekarang sudah ditemukan, namun, mereka sudah tiada. Tak ada yang bisa membantuku. Mereka sudah tiada, kelak, aku akan baik padamu. Begini, Bos. Jangan panggil aku bos. Begitu tak akrab.
Xiao Xiao. Jangan panggil aku Xiao Xiao. Betapa segan. Apa yang bisa kupanggil? Coba pikirkan. Seorang wanita yang paling dekat denganmu. Harusnya panggil dia apa? Aku sudah tahu. Ibu. Aku… Dungu. Siapa yang mau jadi ibumu? Aku mau menjadi… Kau… Kau baik padaku, bukankah kau telah menjadi ibuku? Guru, dia…
Dengan kecerdasanmu, sangat sulit untuk dijelaskan. Kejar. Terima kasih Guru. Xiao Xiao. Xiao Xiao. Xiao Xiao. Kau siapa? Lepaskan aku. Aku Ketua Klub Bendera Hitam Dong Ying… …Qiping Gaozhi. Klub Bendera Hitam? Aku memang sedang mencari kalian. Turunkan aku, dan baru bicara. Xiaozhu! Xiao Xiao, jangan kemari. Kalian lepaskan dia. Xiao Xiao. Jangan sakiti dia.
Dewa Babi Terbang. Aku akhirnya bisa menunggu hari ini. Mulai hari ini,… …Klub Bendera Hitam Dong Ying akan mengendalikan semuanya. Kau… Jiwa ada di tanganku, mari hidup abadi. Dua orang ini. Sudah begitu larut, juga tak… Jiang Wushan. Jiang Wushan. Jiang Wushan. Katakan sesuatu, Nak. Jiang Wushan. Xiaozhu. Kau… Kau memberontak?
Mulai hari ini, Akademi Xuan akan memasuki Klub Bendera Hitam. Semuanya patuhi perintah Ketua Liang Zi. Apa? Akademi Xuan adalah sekte utama. Bagaimana bisa setuju denganmu? Iya! Mari berjuang! Berjuang! Jika semua orang mau bergabung, aku pasti akan menyambutnya. Jika dugaannya salah, akan menjadi musuhku. Teruskan perintah. Wilayah utama Akademi Xuan…
…akan dikelola oleh murid Klub Bendera Hitam. Memulai rencana pembasmian ibu kota. Baik. Kami memiliki budaya sendiri, kenapa harus mengikuti kalian? Bahkan hewan pun tak mau makan nasi orang Dong Ying. Jika kami… Sekelompok sialan ini. Sudah membunuh sampai di sini. Kali ini, kalian berdua bisa kembali,… …sudah sangat beruntung. Jiang Wushan.
Mari belajar seni bela diri denganku. Biarkanlah dia. Orangtuanya meninggal karena Akademi Xuan. Sekarang babinya sudah tiada, dia hanyalah orang awam. Jangan paksa dia lagi. Ke mana kau mau pergi? Jangan urus aku. Berhenti. Aku tak ingin melukai orang Akademi Xuan. Minggir. Ka… Kau… Kau pengemis dari mana? Apa kalian pernah dipukuli oleh seseorang?
Kutanya padamu, apa pernah dipukul oleh seseorang? Tak pernah. Hati-hati kuhabisi kau, minggir. Nak. Jika kau begitu nakal lagi,… …aku akan mengusirmu dari Akademi Xuan. Giliranmu. Benar-benar ada yang tak takut mati. Saat itu, kalian yang membebaskan Dewa Babi,… …dan mencelakai rakyat ibu kota dan luka para sahabatku, ya, ‘kan? Membahas ini,…
…harus berterima kasih pada Xiong Ba, murid baik dari Akademi Xuan. Jika bukan dia, bagaimana bisa Klub Bendera Hitam… …begitu mudah mendapatkannya? Aku… Kau… Bagus sekali. Dalangnya sudah mati. Begini saja. Kau begini saja, bawa pasukanmu untuk kembali ke rumah. Aku akan menganggap kalian jalan-jalan di ibu kota. Aku sekalian memberikan hadiah khusus untuk kalian.
Bagaimana? Biarkan masalah ini diselesaikan. Omong kosong! Xiaozhu. Lukamu belum sembuh. Akademi Xuan sudah membuatku tak memiliki orangtua. Tak boleh tak ada guru lagi. Tak boleh biarkan dia mengantar mati. Aku tahu kau mencemaskan Guru. Namun, kita tak ada persiapan. Apa ingin mengantar mati? Siapa bilang tak ada persiapan? Kalian siapa? Kak.
Pedang kalian sangat mengkilat. Aku… Sebenarnya aku mengantar arak untuk dapur kalian. Jika tak percaya, ciumlah. Xiaozhu. Apa itu? Ajaib sekali. Mari, biar kucoba juga. Tenang. Bunuh dia. Hentikan! Kalian para pahlawan, jangan panik. Guruku dari dulu sudah mengajariku… …orang yang banyak tak menindas orang sedikit. Yang muda tak boleh menindas yang tua.
Kau selamatkan guru, biar kuurus mereka. Sudah bertarung begitu lama. Kalian juga sudah lelah. Bagaimana kalau kita minum untuk menyelesaikannya? Mari bersantai. Kotoran babi segar. Obat pembunuh berantai. Guru, cepat lari! Cepat! Xiao Xiao, hati-hati. Cepat! Xiaozhu. Tak bisa lagi. Aku tak bisa lari lagi. Orang-orang ini sudah mengejar sejauh 20 mil.
Apa mereka tak lelah? Sekelompok peramal ini sungguh keras kepala. Kau tahu tak bisa menang, kenapa pergi mengantar mati? Aku juga tak bisa melihat mereka rusuh di Akademi Xuan. Aku tak bisa duduk diam. Tangkap mereka! Lihat. Melengket terus. Datang lagi. – Ayo. – Guru benar. Cepat. Lari. Berhenti! Berhenti!
Mereka ini, tak apa-apa jika tak makan malam. Kenapa mereka juga mengejar seperti ini tanpa sarapan? Lelah sekali. Selanjutnya, mari kita berpisah. Kau ikut denganku. Bocah ini. Kau lebih mementingkan wanita daripada teman, ‘kan? Kenapa berlari ke atas gunung? Xiaozhu. Xiaozhu. Apa jalan yang kau pilih? Kita sulit berlari, mereka juga sulit mengejar. Kalian pelan-pelan.
Berhenti. Jangan lari. Apakah kau seorang murid Akademi Xuan? Bahkan tak bisa ingat rumahmu. Kau murid palsu? Hebat kau Lin Xiaomian. Kau memanggilku apa? Jika bukan karena kau, apa kita bisa jatuh dari tebing? Aku ini cacat. Aku bahkan tak bisa mengendalikan diriku. Siapa yang tahu kau sengaja atau tidak? Baik, tak dikatakan lagi.
Ini sudah 20 tahun, bagaimana aku bisa tahu? Tidak benar. Lin Xiaomian. Ketahuilah, masalah 20 tahun yang lalu,… …ia mungkin adalah konspirasi. Pikirkan. Orang Dong Ying ini, kenapa mereka mau melepaskan babi ini? Mereka ingin mengacaukan ibu kota kita. Dia ingin menaklukkan Dayuan kita. Jadi, apa yang harus dilakukan? Kenapa kau melihatku?
Jurusku yang sedikit ini,… …bahkan tak bisa melawan Klub Bendera Hitam. Apa lagi babi itu. Babi itu sudah penuh dengan sifat iblis. Kecuali… Kecuali apa? Kecuali berlatih menjadi penguasa takdir,… …maka kau masih ada kesempatan. Penipu. Kalian jangan membahasnya lagi. Apa ini? [Gua ekor sapi] Gua setengah ekor. Gua ekor sapi. Jiang Wushan. Belajar baik-baik.
Kalau tidak, kau akan seperti dia, pergi menjual mi. Dasar orang tua. Hati-hati. Aku tahu. Tak perlu dipapah. Aku pernah mempelajari tenaga dalam. Apa kau pernah dipukuli oleh seseorang? Luas sekali di dalam. Lihat, itu masih bersinar di sini. Arah sana. Hati-hati. Patung peri yang begitu besar. Nak, biarkan aku menghapus buta hurufmu.
Ini nenek moyang Akademi Penguasa Takdir. Bagaimana kau tahu? Guruku menunjukkan lukisan itu kepadaku. Ini persis sama. Nenek moyang kalian seorang wanita? Kapan aku pernah bilang kalau dia adalah pria? Benar sekali. Pikirkan ini. Jika… Jika ini nenek moyang kita, maka tempat ini adalah… Gua Nenek Moyang. Jika ini Gua Nenek Moyang, maka pasti ada…
Nenek moyang. – Buku rahasia. – Buku rahasia. Ayo cari. Ini tak mungkin. Kenapa tak ada? Telur teh. Ini nenek telurku. Guru, Xiao Xiao. Ini Nenek Telur yang kuceritakan pada kalian. Apa yang kau katakan? Nenek Telur? Apakah ini wanita tua terbelakang yang kau bicarakan? Bukan terbelakang, dia hanya suka lupa. Kau yakin? Aku yakin.
Nenek Telur selalu seperti ini saat memegang telur. Kalau begitu, nenek moyang kita tak mengembara ke mana-mana,… …namun, menjadi nenekmu? Bukankah kita tinggal bertanya pada Nenek Telur,… …maka kita akan tahu? Ayo. Sudah tak bisa ditemukan. Kenapa? Ketika aku bangun, Nenek sudah hilang. Tak tahu di mana dia sekarang. Kau ini.
Apakah nenekmu meninggalkan wasiat untukmu? Nenekku belum meninggal. Aku tahu. Apa dia ada mengatakan sesuatu atau hal penting lainnya? Namaku diberikan olehnya. Jiang Wushan? Jiang Xiaozhu. Ka… Kalau begitu… Apa dia ada meninggalkan wasiat untukmu? Dia masih belum mati. Aku tahu. Suvenir, kah? Yang bisa digoyang itu. Gelang berderak kecil. Telur itu. Telur…
Lalu, 183 tael koin di tempatmu. Aku tahu. Katakan sesuatu yang berguna. Masih ada apa lagi? Pikirkan lebih jeli. Masih ada apa? Masih ada cermin perunggu. Cermin perunggu? I… Itu tak berada di tempatku. Malam itu… Di tempatku. Apa yang mau kau lakukan? Benar juga. Kau ambil saja. Berbalik. Lalu, kau. Balik sana. Balik sana?
Ambil cermin saja perlu berbalik? Aku tak tahu. Wanita memang menjengkelkan. Aku benar-benar tak mengerti tentang gadis ini Letak di mana? Bukankah bisa taruh di saku saja? Kenapa panas? Ini… Ada buku rahasia di sini? Jiang Xiaozhu. Jiang Xiaozhu. Apa kau dungu? Jiang Xiaozhu. Apa kau dungu?
Aku melihatnya tiap hari dan tak melihat apa pun. Lalu, untuk apa cermin ini? Apa kau dungu? Tentu saja cermin untuk dilihat, Apa kau dungu? Aku melihatnya tiap hari dan tak melihat apa pun. Apa kau dungu? Cermin Nenek Telur, tentu saja untuk dilihat Nenek Telur,… …juga bukan untukmu. Dungu! Nenek Telur. Dilihat. Cermin. Nenek.
Aku datang untuk menunjukkan cerminmu. Nak. Kau dipukul mati juga tak sia-sia. Menjauh! Guru. Guru. Guru. Guru. Kita menemukannya. Sepertinya ada katanya. Guru. Ada sosok manusia. Tulisan apa ini? Jurus Penguasa Takdir. Bukan, Guru. Apa itu Jurus Penguasa Takdir? Dengarkan aku. Ini adalah jurus yang dipakai nenek moyang kita…
…untuk mengalahkan Dewa Babi Terbang saat itu. Ini Jurus Penguasa Takdir itu? Iya! Guru, kau hebat sekali! Ini gerakan pertama. Berlayar di angin. Berlayar. Gerakan kedua, tebas kembali. Tebas kembali. Xiaozhu hebat sekali. Ketiga, semangat seperti pelangi. Semangat seperti pelangi. Kumpulkan roh langit dan bumi. Kumpulkan roh langit dan bumi. Semangat seperti pelangi.
Empat, tinju telinga. Tinju. – Semangat seperti pelangi. – Semangat seperti pelangi. – Tinju telinga. – Tinju telinga. Ambil napas. Sekali lagi, tinju telinga. Tinju telinga. Semangat seperti pelangi. Blokir semua sisi. Siku jantung. Menyapu ribuan pasukan dan elang itu berbalik. Mulai hari ini, murid Akademi Xuan,… …hanya boleh menghormati peramal dari Klub Bendera Hitam.
Tak boleh belajar jurus lain. Yang melanggar perintah, akan dibunuh. Mulai hari ini, ibu kota memberlakukan jam malam. Seluruh rakyat berbicara bahasa Dong Ying. Memakai kimono dan memakan masakan Dong Ying. Yang melanggar perintah, akan mati. Cepat lari! Tolong! Cepat lari! Tolong! Cepat lari! Kau sudah melihat ‘Jamur enoki’ itu? Itu jelas ‘Jamur abalon’.
Sama saja. – Sudah hapal kata sandinya? – Sudah. Hebat! Baik. Aku pergi dulu. Habisi dia! Ma… Elang berbalik! Berbalik! Berbalik, benar. Maju! Tak bisa. Berikan padanya, kau… Aku… Coba melihatnya. Guru, tak bisa maju. Apakah kodenya salah? Maju. Sekali lagi. Sekali lagi, ayo. Berlayar di angin, tebas kembali. Ku…
– Kumpulkan energi. – Kumpulkan energi. Tinju telinga. Tinju. Benar, pakai kekuatan. Kemudian apa? Blokir semua sisi. Blokir semua sisi. Siku jantung. Guru. Mengapa begitu buruk? Kenapa tak bisa maju? Ini semua salahku. Juga tak bisa menyalahkanmu. Guru sudah masuk akademi dan memiliki kultivasi. Namun, gurumu tampaknya belum membawamu masuk akademi.
Harus berlatih berapa lama untuk masuk akademi? Sudahlah, jangan tak senang. Ayo kita jalan-jalan di pasar malam. Hari ini festival tahun baru di ibu kota. Bulannya sangat cantk. Ayo. Menurutmu, jurus juga sudah dilatih, kode juga sudah,… …kenapa kau tak bisa maju? Apakah leluhurku sendiri adalah diasibilitas? Kulihat kau yang terbelakang.
Kau tak mencari tahu, malah meminta Xiaozhu… …untuk berurusan dengan peramal. Jikalau sesuatu terjadi padanya,… …percaya atau tidak aku akan membunuhmu? Lin Xiaomian, kupukul kau. Pukul aku! Ayo, pukul aku, coba! – Bukan… – Kau tak percaya padaku. Aku sudah di dunia silat selama beberapa dekade. Pernahkah kau mendengar pepatah seperti ini?
“Jurus siapa yang kuat di ibu kota ini?… …silakan datang ke Aula Penguasa Takdir untuk mencari Qian Badai”. Guru. Di belakang… Di belakang… Tunggu! Sangat ajaib! Guru. Apa ini? Aku sudah mengerti. Ternyata urutannya seperti ini. Guru. Bukankah berarti kau tak mengajar dengan baik? Aku… Kau… Xiao Xiao, dia… Aku akan mengajarimu sekali lagi. Miring.
Ketua. Para pembangkang sudah dibawa ke Benteng Barat. Bunuh! Baik! Meminum air Akademi Xuan. Tidur di ranjang Akademi Xuan. Makan makanan Akademi Xuan. Mengapa kau tak tersedak sampai mati? Tak mencari kalian, kalian malah datang sendiri. Baiklah. Hari ini aku akan membiarkan kalian mati bersama. Hari ini aku akan membuat Klub Bendera Hitam kalian,…
…menjadi bendera yang tak hitam atau putih dan menjadi abu-bu. Benar! Klub Bendera Terbang! Klub Bendera Abu! Benar! Guru, Xiao Xiao, kalian hati-hati. Babi! Paman ke-3, kami datang membantumu. Bunuh mereka! Kalian orang Dong Ying pantas mati, beraninya menggertakku! Guru. Kau akhirnya datang. Aku tahu kau datang untuk menyelamatkanku, Guru. Guru. Bawa aku kembali.
Aku sudah tahu salah, Guru. Guru. Bukan, Guru. Jangan pergi, Guru. Guru, jangan pergi. Masih tak ke sini? Guru. Guru. Kau sudah memaafkanku? Baguslah kau memaafkanku. Kau… Kau ini. Begitu bertahun-tahun. Ini hebat. Masih ada jurus bayangan. Tehnya di sini. Jurus pertolongan. Guru, mi Anda. Jika kau ini… Maaf lupa, kau vegetarian.
Jika masih tak pandai,… [Penipu] …aku bisa berikan sendok. Penipu. Lima ratus tael. Jadi, jika… [Belajar bela diri tanpa dasar] …belajar jurus di tempatku… Penipu. Apa maksudmu? Itu maksud Ketua. Kau Ke… Ketua! Aku paman dari Ketua. Guru, makan mi. – Jangan buat aku marah. – Guru. Kau pasti sudah mati! Aku melihat Nenek Telur.
Nenek! Nenek Telur. Suamiku! Bukan, itu… Bos. Dua mangkuk mi. Baiklah. Tunggu sebentar.