[VIETSUB] Quái Vật Biển | Vùng Biển Đẫm Máu, Ai Có Thể Sống Sót Đến Cuối Cùng? | YOUKU
Para penonton yang hadir! Selamat datang di kontes siaran langsung… …yang paling seru dan menantang di abad ke-22! Teman-Teman Penggemar. Makan gurita membawa hoki. Kompetisi siaran langsung makan gurita ke-9 dimulai sekarang! Sekarang Zhu Xiaomei memimpin! Klik dua kali untuk mengikuti! Staf, ponselku! Ponsel! Anak siapa ini? Nak! Kembalikan ponselku! Tidak mau! Jangan lari! Bagus!
Ayo lari! Tersenyumlah! Lari! Mempelai wanita cantik sekali! Dengar tidak? Dia memuji istrimu cantik! Tentu saja, istriku yang paling cantik! Bagus! Sangat bagus! Lihat ke sana. Astaga! Cantik sekali! Sungguh cantik. Putih sekali. Cantik sekali. Dasar cabul! Kau gila, ya? Kandang hewan mana yang rusak sampai kau bisa kabur?
Hei! Jangan kira aku tidak berani memukulmu karena kau wanita! Astaga, apa yang terjadi? Kenapa air lautnya bergolak? Kenapa ada banyak sampah yang terbang dari laut? Kalian semua mau mengabaikanku, ya?! Aku tidak bisa keluar lagi! Istriku! Cepat naik! Suamiku! Cepat! Pegang erat! Jangan tunggu dia lagi! Istriku! Bersiap jalan! Suamiku! Cepat! Tidak! Tidak! Cepat!
Tidak! Jalan! Cepat! Tidak! Tidak! [Sea Monster] [Area perairan dekat Pulau Liha, Asia Tenggara] Mohon perhatian. Di depan ada objek tak dikenal yang mendekat. Mohon ubah rute kapal. Di depan ada objek tak dikenal yang mendekat. Mohon ubah rute kapal. Sembarangan! Pak. Penampilan Anda cukup unik juga. Jindong. Kenapa kau juga ikut berulah bersama mereka?
Pak, Anda juga akan pensiun setelah pelayaran kali ini selesai. Ini juga perayaan ulang tahunmu yang terakhir di atas kapal. Kami ingin membuatkanmu acara yang meriah, benar tidak? Benar! Kapten, ada yang ingin saya katakan pada Anda. Apa yang terjadi? Kenapa wajah Anda jadi begini? Ini ulah para bocah nakal itu, bersekongkol untuk menjahiliku.
Saya ambilkan Anda tisu lagi. Kapten, slogan kita adalah “Satu kapal, satu hati.” Jadi, tentu saja semua orang harus kompak. Kompak? Kurasa kalian hanya kompak saat menjahiliku saja! Ayah, ini juga karena kelak kami tidak punya kesempatan… …merayakan ulang tahunmu di atas kapal lagi. Kita bersantai saja malam ini, bermainlah dengan gembira! Benar. Benar!
Hari ini rayakan sepuasnya! Main sepuasnya! Main apanya! Kue yang begitu enak malah dihancurkan oleh kalian. Mana bisa buat harapan lagi? Pak. Bukankah kita punya koki? Koki! Ya! Bisakah kau atasi? Kujamin pasti beres. Oh ya, Kak Dong. Aku juga menyiapkan kejutan untuk kalian nanti. Lihatlah tampang kalian semua ini.
Kalian bukan mau merayakan ulang tahunku. Kalian ini mau menyiapkan pemakaman untukku. Benar. Cepat cuci wajahnya. Rayakan ulang tahunnya! Mari, Pak, duduk. Kapten. Lihatlah. Berbakat, ‘kan? Koki menyediakan ini secara khusus untukmu. Katanya penyu dan kura-kura panjang umur. Kudoakan kau panjang umur. Kenapa aku merasa maksudmu… …ingin suruh Kapten jadi ‘kura-kura’? [*penjahat]
Jika ayahku kura-kura, maka aku anak siapa? Dasar koki kecil nakal, dia pergi ke mana? Sudah kabur, takut dikuliti olehmu. Dia sembunyi. Mari, Pak, buat harapan dulu. Semoga dalam pelayaran kali ini,… …semua orang bisa bekerja dengan lancar dan aman. Mari, Pak! Selamat ulang tahun! – Mari! – Selamat ulang tahun! Mari.
Selamat ulang tahun, Ayah! Terima kasih. Mari, kita semua rekam video pendek. Baik. Mari, Pak. Teriakkan slogan kita! Satu kapal, satu hati! Kukirimkan videonya pada kalian. Melihat hidup kalian begitu baik, aku bisa pensiun dengan tenang. Pak. Ya? Apakah kau tidak takut kami semua menjual kapal dan membagi hasilnya? Kau memang paling cerdas.
Aku sudah berlayar selama setengah hidupku. Itu juga sudah cukup. Sudah waktunya menikmati masa pensiun. Benar, Ayah, kau dan ibuku bisa pergi bermain ke berbagai tempat. Jalan-jalanlah di banyak tempat. Serahkan kapal padaku, pasti takkan ada masalah apa pun. Boyang adalah putraku. Namun, soal tanggung jawab dan kemampuan,…
…aku tetap merasa Jindong cocok menjadi kapten kapal. Kalian harus kerja sama dengannya. Jindong, aku tahu apa yang sedang kau pikirkan. Jangan merasa terbebani secara mental. Pimpinlah semua orang untuk bekerja dengan baik. Tentu saja! Kami pasti akan dukung pekerjaan kapten baru. Benar, ‘kan? Benar. Benar. Kapten, Boyang adalah putra Anda.
Dia terlalu gegabah, tidak cocok menjadi kapten kapal. Pak, Anda jangan bercanda. Dalam kemampuan dan keahlian, aku memang kalah jauh dari Boyang. Jabatan ini tetap harus diduduki oleh Boyang. He Jindong. Aku tidak butuh rasa kasihan darimu! Li Boyang, apa yang kau lakukan?! Pak, tidak apa-apa, Boyang hanya bercanda denganku. Li Boyang!
– He Jindong! – Boyang! Lepaskan! Li Boyang, cepat lepaskan! Kita berdua bantu siapa? Situasi ini sulit. Jika pilih pihak yang salah, maka kita akan celaka. Bangun! Kalian ribut saja! Biar kulihat, kalian bisa ribut sampai kapan. Xiao Long. Kau sembunyi dulu di kokpit. Aku awasi situasinya di sini. Baik. Xiao Long. Makan yang banyak.
Makan. Kak. Apakah itu kau? Apakah ada masalah? Apa itu? Aroma apakah ini? Bahkan sudah basi. Apa ini? Lepaskan! Gawat! Xiao Long. Xiao Long. Xiao Long, apakah itu kau? Kau kenapa? Da Long! Da Long! Ada apa? Sembunyilah di sini. Sial! He Jindong. Xiao Long. Kenapa kau jadi seperti ini? Min’er. Xue Min’er. Ya?
Kau dokter kapal. Periksalah Xiao Long, apakah dia mengidap penyakit. Baik, tunggu sebentar. Da Long, bantu aku menahannya. Xiao Long! Jangan gerak! Kau jangan gerak. Ini cacing parasit. Cacing parasit ini punya kemampuan reproduksi yang kuat. Begitu masuk tubuh manusia,… …bisa hasilkan puluhan ribu telur cacing dalam sekejap. Mereka bukan hanya mampu mengontrol otak manusia,…
…juga bisa membuat gen mendadak bermutasi. Lalu, bagaimana cara menyembuhkannya? Ini bisa mengubah gen, menekan cacing parasit. Namun, aku tidak pernah mencobanya di tubuh manusia. Bagaimana kau bisa punya benda ini? Sebelum jadi dokter kapal di sini, profesiku adalah peneliti biologi. Masih berfoto! Aku pernah… Kucekik kau! Xiao Long pun sudah begini, kau masih berfoto!
Apakah kau manusia?! Lepaskan tanganmu! Da Long! Kucekik kau! – Lepaskan! – Da Long! – Lepaskan! – Tenangkan dirimu! Cepat lepaskan! Kau jangan berulah lagi! Da Long! Xiao Ning, bagaimana? Kau tidak apa-apa, ‘kan? Xiao Long keluar! Pak. Kalian pergi dulu, kuhadang dia. Pergi. Pergilah. Pergi! Cepat masuk kapal! Jindong, jangan lukai adikku!
Ayah, cepat! Jindong bisa mengatasinya sendirian! Baik! Jindong, hati-hati! Jindong, tidak apa-apa, ‘kan? Tidak apa-apa. Xiao Dongbei, cari dermaga terdekat, berhentilah di sana. Baik. Berhenti! Kapten, ada bajak laut! Berhenti! Pergi ke sana! Berdiri di sana. Patuhlah! Siapa kapten kapal ini? Siapa? Siapa kapten kapal ini?! Cepat katakan! – Jangan jawab. – Aku kaptennya.
Bawa kami ke ruang kargo. Apakah yang ada di dalam? Katakan! Cepat! Tunggu! Ada penderita penyakit menular, harus diisolasi. Masuk! Cepat! Lihat apa? Jangan gerak! Jangan gerak! Cepat! Kak Dong? Kenapa kau keluar? Apa yang terjadi di dalam? Ini. – Jangan gerak! – Sudah aman. Jindong, tidak apa-apa, ‘kan? Apa yang terjadi di dalam?
Aku tidak apa-apa, mereka melepaskan Xiao Long. Dilepas? Letakkan senapan kalian! Apakah yang kau katakan? Kau tidak lihat kami punya sandera? Kau dulu yang letakkan. Boyang. Kau tahu harus berbuat apa, ‘kan? – Da Long! – Da Long! Kukatakan untuk terakhir kali. Letakkan senapan kalian! Koki! Koki! Letakkan senapan kalian! Xiao Long. Xiao Long!
Xiao Long! Xiao… Aku tidak bisa meninggalkanmu, Dik. Kurcaci! Kubunuh kau jika berteriak terus! Cepat! [Pulau Gigitar, Asia Tenggara] Cepat jalan! Cepat! Jalan! Hiu berkepala dua! Apakah itu? Kenapa bisa ada yang berkepala dua? Cepat jalan! Cepat! Cepat jalan! Kapten! Boyang! Da Long! Da Long! Da Long! Da Long! Jangan gerak! Boyang!
Selamat datang di Pulau Gigitar! Bawa mereka pergi! Pergi ke sana! Jalan! Cepat! Cepat! Lebih patuhlah! Kakak ke-2! Mereka orang mana? Tidak tahu, aku tidak mengerti bahasa mereka. Kenapa hanya kau saja? Kau kembali sendirian? Kami bertemu monster laut. Hebat sekali! Kita bunuh ia malam ini! Kakak Pertama. Xiao Ning! Xiao Ning! Jangan gerak! Jindong!
Jindong! Kembali! Patuhlah! Lepaskan aku! Lepaskan aku! Lepaskan aku! Ini di mana? Masih saja tanya di mana. Mereka menjadikan kita umpan untuk memancing monster laut. Jangan lihat lagi. Kita tidak akan bisa kabur. Sebaiknya kita doakan saja ia tidak datang. Pasti akan datang. Ia sangat sensitif dengan cahaya.
Lihat, sekarang ada berapa banyak obor yang mengarah ke kita. Kenapa kau bisa tahu tentangnya? Ia monster mutan yang tercipta dari limbah nuklir. Ia mencari tubuh manusia sebagai inang telurnya setiap musim kawin. Kemunculan pertamanya… …terjadi pada tiga tahun lalu di Pulau Liha. Tiga tahun lalu,… …aku dan pacarku memotret foto pernikahan di Pulau Liha.
Monster laut tiba-tiba muncul. Demi menolongku, pacarku… Jadi, beberapa tahun ini, aku terus menyelidikinya. Aku berhenti bekerja di rumah sakit dan menjadi dokter di kapal. Aku… Aku sadar rute kapal kita kali ini menuju ke Pulau Liha. Awalnya, aku ingin mengubah rute kapal. Namun… Namun, persiapanku sudah cukup, aku pasti bisa membunuhnya.
Jadi, kaulah yang mencelakakan kami! Boyang! Boyang, tenangkan dirimu. – Dengarkan Min’er sampai selesai. – Benar, Boyang memang benar. Aku yang mencelakakan kalian. Namun, aku sungguh tidak tahu masalahnya akan jadi begini. Namun, Boyang, apakah kau tahu? Kau tahu… Kau tahu berapa banyak orang yang telah ia bunuh di Pulau Liha? Apakah kau tahu? Boyang.
Aku sudah tidak punya keluarga lagi. Takkan kubiarkan lebih banyak orang kehilangan keluarga. Jadi, aku harus membunuhnya. Karena itu, kau buat kami menemanimu mati? Apakah kau sudah gila?! Boyang! Masalah ini sudah terjadi. Meski kau membunuhnya sekarang, bukankah tetap tidak ada gunanya? Dengar, He Jindong. Apakah kau menyukainya?! Jangan asal bicara!
Kita ada di satu kapal, hati kita satu. Namun, kapalnya sudah tiada! Kapal ada di dalam hati. Selama ada kapal di dalam hati, maka kapal akan ada selamanya! Aku putramu. Kau masih membelanya di saat begini? Aku tidak paham hal apa dariku yang lebih buruk darinya! Rasa tanggung jawab. Rasa tanggung jawab…
…yang berani maju demi melindungi semua orang di saat sulit! Aku juga punya! Kenapa pula aku tidak bertanggung jawab? Ingatkah kau saat bajak laut naik ke kapal? Siapa kapten kapal ini? Aku kaptennya. Juga saat Xiao Ning ditangkap bajak laut. Jindong! Siapa yang bersedia maju lebih dulu? Jangan bicara banyak! Sekarang bagaimana keadaan Xiao Ning?
Aku yang menyebabkan masalah, Xiao Ning akan aku… Jangan ribut lagi! Harusnya kita sama-sama pikir cara menolong Xiao Ning. Kelihatannya monster laut tidak akan datang. Pokoknya, aku harus menangkapnya. Dasar monster jelek! Jangan harap bisa menyentuhku! Lepaskan! Tolong! Dasar berandalan! Xiao Dongbei! Xiao Dongbei! Xiao Dongbei! Lepaskan dia! Lepaskan Xiao Dongbei! Lepaskan! Xiao Dongbei!
Xiao Dongbei! Aku tidak kuat… …minum bir. Cepat. Sedikit lagi. Cepat! Hati-hati! Sial! Boyang! Cepat bantu! Aku sudah tidak kuat lagi! Kalian cepat lari! Cepat! Jangan tahan lagi, cepat lari! Boyang, cepat lari! Boyang, hati-hati! Mana Xiao Ning?! Boyang! Ayo lanjut minum. Boyang! Xiao Ning! Kau tidak apa-apa, ‘kan? Xiao Dongbei, kau mau ke mana?
Aku tidak apa-apa. Cepat jalan! Aku akan segera menyusul, kalian cepat pergi. Kawan. Apakah kau mabuk? Kenapa kau jelek sekali? Cepat jalan, Xiao Dongbei! Monster jelek. Xiao Dongbei! Xiao Dongbei! Xiao Dongbei! Cepat jalan! Kita segera pergi dari sini! Cari tempat sembunyi! Cepat! Cepat! – Cepat jalan! – Cepat jalan!
Kumohon, bawalah aku ikut, aku tahu tempat yang aman. Semuanya hati-hati. Hati-hati. Tempat apa ini? Hati-hati. Cepat! Cepat! Jalan! Di sini tempatnya. Ayo. Cepat masuk. Hati-hati. Cepat. Ada lumpur di tanah, hati-hati. Cepat ikut. Cepat. Jalan. – Pak! – Ayah! Jangan mendekat! Ya, aku mengerti. Pak. Ayo kita pergi. Sebaiknya kita keluar saat pagi saja.
Sekarang terlalu bahaya. Xiao Dongbei. Inilah rumahmu. Aku sudah tua. Ini salahku yang tidak mampu. Tidak mampu melindungimu. Maaf. Sungguh maaf. Terima kasih. Kawan, kami pergi. Bagaimana bajak laut wanita itu? Dia menolong kita semalam. Setelah pergi dari sini, kita pisah jalan dengannya. Cepat naik ke mobil! Baik. Pohon! Awas! Pohon! Kumbang kanibal.
Begitu kumbang kanibal masuk ke tubuh manusia,… …ia akan bergerak di dalam tubuh dan menggigit orang hingga mati. Aku ingin buang air kecil. Kumbang! Ada kumbang! Kumbang! Kalian pergi dulu. Pak, aku tahan dia, pergilah! Pergi! Cepat jalan! Kawan-Kawan, akan kubalaskan dendam kalian! Kalian sembunyi dulu! Hati-hati. Kita segera pergi! Pegang yang erat!
Sudah pegang erat belum? Aku juga mau! Ayah! Pak! Monster sial! Ayah! Ayah! Ayah! Ayah! Pak! Kapten! Kapten! Pak! – Kapten! – Kapten! Pak. Ingatlah selamanya. Kita satu keluarga. Satu kapal, satu hati. Pak! Ayah! Kapten! Ayah! Kapten. Kau tidak boleh meninggalkan kami! Suara apakah itu? Suara monster laut. Terima kasih sudah menolongku.
Kami punya sekoci di pinggir laut. Kalian saja yang pergi. Min’er. Min’er, dengarkan aku. Jika pergi sendirian sekarang, kau takkan bisa membunuhnya! Kalau begitu, aku akan mati bersamanya. Min’er! Jika pergi sendirian, kau akan mati sia-sia! Jika berbuat begini, apakah kau rasa tak mengecewakan korban?! Mereka semua mati karena aku! Gara-gara aku! Ayah. Cepat. Boyang.
Dengarkan aku. Sejak awal, ia memang milikmu. Jindong! Kau sudah gila?! Apa yang mau kau lakukan? Jindong! Demi mencegah lebih banyak orang terluka,… – …ada beberapa hal… – He Jindong! …yang harus dilakukan oleh seseorang. He Jindong. Perkataan ayahku benar. Topi ini memang cocok untukmu. Lain kali, jika kau berani membuatku pingsan lagi,…
…takkan kuampuni kau dengan mudah. Jangan lupa, slogan kita adalah “Satu kapal, satu hati”. Aku tahu aku tidak pantas meminta dimaafkan oleh kalian. Setelah membunuh monster laut,… …aku akan meminta maaf dengan nyawaku. Kelihatannya, kalian ingin mencari mati bersamaku. Kita masih punya kesempatan. Selama ini, aku dan para ahli biologi meneliti organisme mutan.
Mereka muncul karena adanya limbah nuklir. Demi membasminya, kami semua telah berupaya keras. Pada akhirnya,… …kami menghasilkan obat yang mampu melawan organisme bergen mutan. Asalkan bisa menyuntikkan obat itu ke dalam tubuh mereka,… …maka mereka bisa kembali ke keadaan normal. Lalu, mana obatnya? Cepat keluarkan. Awalnya memang ada di tubuhku.
Namun, hilang saat aku naik ke pesisir. Kalau begitu, kita cari. Itu monster laut. Begini, kita jangan panik dulu. Kita beraksi dengan berpencar. Kalian cari obat, aku alihkan monster laut. Aku ikut denganmu. Aku sudah biasa dengan situasi ini, biarkan aku ikut juga. Ayo. Begini, Boyang, kau bawa Xiao Ning mencari obat. Ayo. Utamakan keselamatan!
Ini. – Ayo. – Ayo. Kita harus bekerja dengan cepat. Jindong, cepat! Semakin besar apinya, monster laut akan semakin cepat datang. Ia sudah datang, ayo kita pergi. Ayo! Lihat ke sana! Bukankah ini lubang kumbang yang sebelumnya? Kakiku kram! Apakah kau gila? Untuk apakah kau begitu kaget? Ayo! Kau cari di sana!
Ketemu! Tabung jarum ada di sini! – Tolong! – Xiao Ning! Boyang, hati-hati! Hati-hati! Obat ini bisa mengubah gen, menekan cacing parasit. Namun, aku tidak pernah mencobanya di tubuh manusia. – Siapkan obatnya! – Baik! Xiao Ning, cepat! Cepat! Sepertinya efektif. Xiao Long! Kita segera bantu mereka, cepat! Kau sembunyi dulu, aku akan tahan dia.
Pergilah! Kubunuh kau! Boyang! Boyang. Aku akan mengalihkannya, kalian pergi ambil tabung jarum! Baik. Di sini. Kau sembunyi, aku pergi bantu mereka. Boyang. Boyang! Kenapa kau dungu sekali? Maaf, semuanya. Aku telah melibatkan kalian. Apa yang mau kau lakukan? Melakukan hal yang semestinya kulakukan sejak awal. Monster sial. Matilah bersamaku. Jangan! Tidak! Tidak!
Ia belum mati. Ia masih bergerak. Gunakan obat! Aku juga menyiapkan kejutan untuk kalian nanti. Lihatlah tampang kalian semua ini. Kalian bukan mau merayakan ulang tahunku. Kalian ini mau menyiapkan pemakaman untukku. Satu kapal, satu hati! Baik! Xiao Dongbei! Kami pasti akan dukung pekerjaan kapten baru. Aku sudah berlayar selama setengah hidupku.
Sudah waktunya menikmati masa pensiun. Kau tidak boleh meninggalkan kami! Perkataan ayahku benar. Topi ini memang cocok untukmu. Kau tahu berapa banyak orang yang telah ia bunuh di Pulau Liha? Apakah kau tahu? Boyang. Aku sudah tidak punya keluarga lagi. Takkan kubiarkan lebih banyak orang kehilangan keluarga. Jadi, aku harus membunuhnya. Dengar tidak? Dia memuji istrimu cantik! Tentu saja, istriku yang paling cantik! Jindong, kemari! Kemarilah! Jindong! Jindong! Kemari! – Kemarilah! – Kemarilah! Cepat kemari! Tinggal menunggumu saja! Jindong! Jindong! Kemarilah! – Aku datang! – Kemarilah! Kemarilah! ♪Ketika keyakinan di masa lalu runtuh♪ ♪Karier terhenti oleh kecelakaan mobil♪ ♪Gunung es berdesakan di Nepal♪ ♪Pintu ruang dan waktu multidimensi terbuka♪ ♪Sebagai bayaran atas reinkarnasi♪ ♪Kejarlah jubah perang merah saat kau melihatnya♪ ♪Kompas emas menghantam gedung di New York♪ ♪Mantra sihir menghilang saat fajar♪ ♪Ingin menemui ajal atau ingin mencoba bertarung?♪
♪Rumah sudah tidak bisa kembali, status ini terlalu memalukan♪ ♪Terjerumus ke dalam jebakan siapa, sehingga rencana jadi menyimpang♪ ♪Ada berkah tersembunyi♪ ♪Helm menutupi pipi, semut menjadi kendaraan♪ ♪Lebih kecil dari debu, juga bisa setinggi menara♪ ♪Pahlawan tanpa nama tidak mudah dijatuhkan♪ ♪Kekosongan energi mengubah situasi dalam sekejap♪ ♪Menantikan sebuah jawaban♪ ♪Jalan cerita berubah tanpa diduga♪
♪Menyaksikan keluarga yang terpecah belah♪ ♪Remaja tumbuh dalam waktu yang singkat♪ ♪Tubuh yang lemah dijadikan taruhan♪ ♪Meski darah dan air mata mengalir deras♪ ♪Tetap harus membasmi seluruh kejahatan♪ ♪Mengarungi semesta luas dengan senjata dan kuda♪ ♪Memperjuangkan nyawa dalam kondisi panik♪ ♪Memicu ledakan dari energi kecil♪ ♪Bersembunyi di kejauhan dengan mantel yang semula♪
♪Rasanya bagaikan di surga, dunia fiksi impian♪ ♪Hadapi orang munafik dengan pedang♪ ♪Tembus penghalang dan terimalah♪ ♪Tidak takut berperang demi melindungi negara♪ ♪Sosok kuat di balik jubah hitam berjuang di tengah hujan darah♪ ♪Inilah tanggung jawab besarnya sejak dilahirkan♪ ♪Tanpa perlu banyak protes♪ ♪Bentuk tubuh berubah sesuai hati♪ ♪Menyadari kesalahan♪ ♪Melemahkan sikap sabar dan tegas♪
♪Aksi tanpa meninggalkan nama yang cukup mulia♪ ♪Baru bisa disebut pahlawan♪ ♪Bintang berjatuhan, bunga tumbuh di tanah tandus♪ ♪Setelah menembus dunia gelap penuh keputusasaan♪ ♪Keadilan pasti akan muncul dan menguasai dunia♪ ♪Akankah kau menjadi pahlawan berikutnya?♪